|
Monday, 19 April 2010 14:17 |
|

Welcome to Tingang Madaang studio website. This studio is highly targeting to preserve and introduce culture heritage of the dayak tribes, specialy from east borneo (Kalimantan Timur) – Indonesia.
At this website we also selling traditional handmade handicraft, we summarized material about culture and origin of dayaknese people from many sources, costume rental and accessories for many occasion and online museum which showing Tingang Madaang studio private collection.
Meaning of Tingang Madaang
Tingang Madaang means Flying Hornbill bird. And within dayak people, hornbill bird have some meaning :
- Dayak people believes that Hornbill is messenger between human world and the Highest Divinity. So the hornbill have big role in dayaknese life.
- As symbol of unity.
- As symbol of peace. At the past, hornbill feathers was used as symbol if outsider came with peace.
- Hornbill bird have very loud sounds, and this means that we hope that our effort will have effect in present and future for dayaknese culture specially in East Borneo (Kalimantan Timur).
|
|
|
Wednesday, 28 September 2011 13:11 |
|

The event held at Pusat Perfiman Usmar Ismail, Rasuna Said at friday, septermber 23rd 2011.
We performing opening ceremonial (potong ampang), sumpit (blow pipe) dance, mandau dance (traditional dayaknese sabre), gong dance and war dance. At the hall we opening stand which selling traditional handicraft and accesories, restored antique photograph about dayaknese at the past (between year 1880 - 1930), old documentary movies about borneo at the past and traditional antique beads exhibition.
For more images, please check our galleries section |
|
Last Updated on Wednesday, 28 September 2011 14:26 |
|
Monday, 19 September 2011 10:30 |
|

-PROGRAM-
-BABAK PERTAMA-
Traditional
1.Tari Sumpit (Suku Dayak Bahau)
Mengambarkan sekelompok orang Dayak Bahau yang sedang berburu dengan menggunakan alat sumpit. Tarian ini dibuka dengan instrumen suara-suara alam di hutan, kemudian pemburu akan masuk satu persatu. Selanjutnya para pemburu ini akan menunjukkan kehebatannya menggunakan sumpit sebagai alat untuk berburu yg diperagakan dengan menembak sasaran yang ada.
2.Tari Ngajat Lesung – Suku Dayak Iban 3.Tari Mandau – Suku Dayak Bahau
Mengambarkan kehebatan wanita Dayak menggunakan Mandau sebagai senjata khas suku Dayak. Tarian ini diawali dengan penari pria yang membawa mandau, yang kemudian akan digunakan untuk memotong batang pisang, untuk menunjukkan bahwa mandau yang digunakan adalah asli dan tajam. Kemudian mandau itu akan digunakan oleh penari wanita untuk memperagakan keluwesannya menggunakan mandau sambil menari diatas gong.
4. 4..Tari Piring – Suku Dayak Mualang
5. Tari Gong – Dayak Kayaan Mendalam
6. Tari Perang – Dayak Kanayatn
-pause-
-BABAK KEDUA-
Kontemporer
1. Tembang Indona – Lagu Dayak Kanayatn
2. Tari Gunamp – Suku Dayak Kanayatn
3. Puisi Suara Rimba - Yoseph Odilo Oendoen
4. Tembang Jubata – Lagu Dayak Kanayatn
5. Tari Rinjuakng – Suku Dayak Kanayatn
|
|
Last Updated on Wednesday, 28 September 2011 13:30 |
|
|
Thursday, 01 July 2010 15:04 |
|
Perayaan – perayaan di suku Dayak, khususnya Dayak Bahau, Modang umumnya, berkenaan dengan perayaan yang terkait dengan:
- Upacara Ngayau,
- Upacara yang terkait dengan perayaan peristiwa keluarga seperti pada kelahiran anak, pemberian nama anak, kematian ataupun perkawinan
- Upacara terkait dengan pekerjaan – pekerjaan pertanian seperti pada peristiwa pembukaan lahan, musim tanam dan musim panen, pesta – pesta ini merupakan pesta besar.
- Upacara – upacara yang terkait dengan peristiwa dalam mimpi.
Pesta – pesta ini sering didahului dengan panggilan menggunakan Gong dengan irama – irama tertentu, kadang – kadang disertai doa, dan kisah – kisah tertentu yang dapat berlangsung semalam suntuk. Sebagian besar upacara – upacara ini dipimpin oleh seorang Dayung , pemimpin doa.
Khusus dilingkungan masyarakat Dayak Bahau, Modang, upacara yang berkenaan dengan kegiatan yang terkait dengan menanam padi merupakan salah satu upacara yang besar dari suku Bahau / Modang.
Pada kesempatan ini akan diuraikan perayaan yang mendahului musim tanam yaitu upacara dan tarian Hudoq. Sebelum perayaan Hudoq ini dilakukan, sekitar kira-kira dua bulan sebelum upacara Hudoq ( Juli - Agustus) ini, dilakukan upacara yang dimaksudkan untuk mempersiapkan tanah sehingga siap untuk ditanami. Sebelum pekerjaan ini dilakukan dilakukan upacara dengan persembahan kepada Roh – roh yang mendiami rongga – rongga bumi, yang memiliki kekuasaan untuk membuat tanah menjadi subur. Pada upacara ini semua batu asah (Ha’ aan), serta alat – alat untuk bercocok tanam dikumpulkan dalam sebuah wadah dan disertakan dalam doa persembahan ini..
Persembahan ini diibaratkan oleh batu asah yang mampu mempertajam alat – alat pertanian sehingga mampu mensukseskan upaya mereka dalam mengolah tanah. Upacara ini dikenal dengan upacara “Ha’ aan”.
Upacara Hudoq diselenggarakan pada bulan September – Oktober
|
|
Last Updated on Friday, 02 July 2010 10:30 |
|
Read more...
|
|
|